SEMPUR, adalah nama umum bagi tetumbuhan anggota marga Dillenia, suku Dilleniaceae. Seluruhnya tercatat sekitar 60 spesies, yang menyebar luas mulai barat, ke utara hingga Himalaya, melintasi Asia dan Australasia. Marga ini diberi nama mengikuti nama botaniwan bangsa Jerman, Johann Jacob Dillenius (1687—2 April 1747).
KLASIFIKASI ILMIAH
Kingdon = plantae
Ordo = Unplaced
Famili = Dilleniaceae
Genus = Dillenia sp
MORFOLOGI
Daun terletak
dalam spiral; tunggal; bertepi rata, menggelombang, atau bergigi; bertulang
daun menonjol; tangkai daun sering bersayap. Bunga dalam terminal atau di
ketiak, atau soliter; sering berukuran besar dan menyolok; berbilangan
(4-)5(-6); kelopak saling terpisah, berdaging, menetap hingga menjadi buah;
mahkota terpisah namun adakalanya gugur dalam keseluruhan, putih atau kuning,
kadang-kadang tak ada; benang sari banyak. terdiri atas banyak terlindung oleh daun-daun kelopak yang membesar (pseudocarp), tetap
menutup atau membuka dalam bentuk bintang.
KAYU
Terasnya berwarna cokelat merah hingga cokelat kemerahan gelap, terkadang dengan kilau
keunguan; biasanya tidak terbedakan dari kayu gubalnya yang sedikit lebih pucat. Serat-seratnya lurus atau berpadu; teksturnya kasar
dan merata. Derajat penyusutannya cukup tinggi hingga tinggi; penelitian di Malaysia mendapatkan angka penyusutan, dari keadaan segar hingga kadar air 15% dan
hingga kering tanur, berturut-turut, 2,2% dan 4,1-5,2% di arah radial serta
3,9% dan 8,8-9,6% di arah tangensial. Kayu simpoh agak sukar dikeringkan karena
mudah melenting, melintir, melengkung, serta pecah-pecah di ujung dan di
permukaan kayu apabila pengeringannya dilakukan secara kurang hati-hati.

No comments:
Post a Comment