Monday, December 10, 2018

Kantong Semar / Nepenthes spp


Nepenthes spp. Merupakan tanaman unik dari hutan yang belakangan menjadi trend sebagai tanaman khas komersil di Indonesia.  Nepenthes spp.  merupakan jenis tumbuhan terestrial yang kehadiranya merupakan penciri suatu lahan yang miskin unsur hara dikenal dengan sebutan insectivorus species atau pitcher plant karena kemampuannya dalam menangkap serangga. Keanekaragaman jenis  Nepenthes spp. Merupakan kekayaan hayati yang perlu diungkapkan sebagai daya dukung kawasan sekaligus penunjang kegiatan pendidikan dan penelitian. Nepenthes spp. termasuk jenis tumbuhan yang dilindungi, karena berdasarka kategori International Union for the Conservation of Nature (IUCN) dan World Conservation Monitoring Centre (WCMC) tumbuhan ini termasuk langka.
Berdasarkan pengamatan di lapangan dan kajian literature, potensi ancaman terhadap kelangsungan hidup Nepenthes spp. Ancaman terbaru yang masuk belakangan ini adalah pengeksploitasian terhadap Nepenthes spp. oleh masyarakat untuk kepentingan bisnis. Eksploitasi yang tidak memperhatikan kaidah konservasi tentu akan mempercepat kepunahan Nepenthes spp. di habitat alaminya. Sementara itu bahaya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hamper setiap tahun juga menjadi ancaman besar bagi kelangsungan hidup Nepenthes spp. 


Dengan luas kawasan tropis terkaya kedua di dunia setelah Brazil, negara kita menyimpan potensi hayati  yang merupakan  sumber bahan papan yaitu kayu, yang menurut analisa para ahli kehutanan hanya memberikan manfaat sekitar 3-5 persen dari total ekonomi sumber daya hutan ( Kinho dkk, 2011 ). Pemanfaatan hutan yang sepenuhnya optimal sisanya sekitar 95 persen  dari nilai manfaat hutan, seperti  hasil hutan bukan kayu yang berupa keanekaragaman flora, fauna, mikroorganisme dan jasa lingkungan dari hutan.
Nepenthes atau dikenal dengan nama kantong semar pertama kali dikenalkan oleh J.P Breyne pada tahun 1689 (Mansur 2006). Di Indonesia tumbuhan ini memiliki cukup banyak nama daerah yang berbeda-beda. Populasi kantong semar yang ada di dunia berjumlah sekitar 82 spesies dan 64 spesies diantaranya terdapat di Indonesia. Tumbuhan Kantong semar dapat di temui pada areal terbuka dan ternaungi di Wilayah hutan gambut. Hal ini menunjukan bahwa tumbuhan kantong semar dapat bertoleransi kondisi lahan gambut sebagai areal tempat tumbuh dengan faktor lingkungannya.
Menurut Clarke ( 1997 ) kantong semar biasanya tumbuh dan berkembang di habitat bernutrisi rendah karena lebih dapat bertahan hidup dengan strategi perolehan nutrisi melalui kantong perangkap mangsa. Kantong semar merupakan tumbuhan insektivora yang mampu mencerna serangga yang terjebak di dalam kantong pada ujung sulur daunnya ( Mansur 2000 ).
Kantong semar dikenal sebagai tumbuhan yang unik dan merupakan bentuk tumbuhan berbunga yang tidak umum di jumpai. Tumbuhan tersebut sebenarnya tidak memiliki bunga yang memikat, tetapi variasi warna dan bentuk dari kantong-kantong yang dimilikinya, menjadikan kantong semar memiliki keindahan yang khas, Kantong bernektar tersebut secara ekologis berfungsi sebagai penangkap serangga, beberapa hewan kecil lainya ( Hernawati, 2001 ). Tumbuhan kantong semar memiliki kantong yang unik yang berfungsi sebagai sumber hara seperti nitrat dan fosfat. Aktivitas enzim proteolase sangat dipengaruhi olej pH ( keasaman ) cairan kantong dan setiap Nepenthes memiliki nilai pH yang berbeda.
Nepenthes spp. tergolong ke dalam tumbuhan liana ( merambat ), berumah dua, serta bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Tumbuhan ini hidup di tanah ( terestial ), ada juga yang menempel pada batang atau ranting pohon lain sebagai epifit. Keunikan dari tumbuha ini adalah bentuk, ukuran dan corak warna kantongnya. Sebenarnya kantong tersebut adalah ujung daun yang berunag bentuk dan fungsinya menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainya.
2.3 Morfologi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Caryophyllales
Famili: Nepenthaceae
Genus: Nepenthes

Nepenthes termasuk dalam famili Nepenthaceae yang monogenerik atau satu genus (Keng, 1969). Family tersebut merupakan satu dari tiga famili tumbuhan berbunga yang dikenal sebagai tumbuhan pemangsa (Core. 1962). Morfologi kantong Nepenthes adalah kunci utama dalam determinasi jenis-jenis tumbuhan tersebut.
Nama kantung semar (Nepenthes spp.) diberikan karena adanya stuktur unik menyerupai kantung yang merupakan jebakan mematikan bagi serangga. Selain berfungsi  sebagai tanaman hias kantong semar juga dapat digunakan serbagai obat tradisional.


No comments:

Post a Comment