Nepenthes
spp. Merupakan tanaman unik dari hutan yang belakangan menjadi trend sebagai
tanaman khas komersil di Indonesia. Nepenthes
spp. merupakan jenis tumbuhan terestrial
yang kehadiranya merupakan penciri suatu lahan yang miskin unsur hara dikenal
dengan sebutan insectivorus species
atau pitcher plant karena
kemampuannya dalam menangkap serangga. Keanekaragaman jenis Nepenthes
spp. Merupakan kekayaan hayati yang perlu diungkapkan sebagai daya dukung
kawasan sekaligus penunjang kegiatan pendidikan dan penelitian. Nepenthes spp. termasuk jenis tumbuhan
yang dilindungi, karena berdasarka kategori International
Union for the Conservation of Nature (IUCN) dan World Conservation Monitoring Centre (WCMC) tumbuhan ini termasuk
langka.
Berdasarkan pengamatan di lapangan dan
kajian literature, potensi ancaman terhadap kelangsungan hidup Nepenthes spp. Ancaman terbaru yang masuk belakangan ini adalah
pengeksploitasian terhadap Nepenthes spp. oleh masyarakat untuk kepentingan
bisnis. Eksploitasi yang tidak memperhatikan kaidah konservasi tentu akan
mempercepat kepunahan Nepenthes spp. di habitat alaminya. Sementara itu
bahaya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hamper setiap tahun juga menjadi
ancaman besar bagi kelangsungan hidup Nepenthes
spp.
Dengan luas kawasan tropis
terkaya kedua di dunia setelah Brazil, negara kita menyimpan potensi
hayati yang merupakan sumber bahan papan yaitu kayu, yang menurut
analisa para ahli kehutanan hanya memberikan manfaat sekitar 3-5 persen dari
total ekonomi sumber daya hutan ( Kinho dkk, 2011 ). Pemanfaatan hutan yang
sepenuhnya optimal sisanya sekitar 95 persen
dari nilai manfaat hutan, seperti
hasil hutan bukan kayu yang berupa keanekaragaman flora, fauna,
mikroorganisme dan jasa lingkungan dari hutan.
Nepenthes
atau
dikenal dengan nama kantong semar pertama kali dikenalkan oleh J.P Breyne pada
tahun 1689 (Mansur 2006). Di Indonesia tumbuhan ini memiliki cukup banyak nama
daerah yang berbeda-beda. Populasi kantong semar yang ada di dunia berjumlah sekitar
82 spesies dan 64 spesies diantaranya terdapat di Indonesia. Tumbuhan Kantong
semar dapat di temui pada areal terbuka dan ternaungi di Wilayah hutan gambut.
Hal ini menunjukan bahwa tumbuhan kantong semar dapat bertoleransi kondisi
lahan gambut sebagai areal tempat tumbuh dengan faktor lingkungannya.
Menurut Clarke ( 1997 )
kantong semar biasanya tumbuh dan berkembang di habitat bernutrisi rendah
karena lebih dapat bertahan hidup dengan strategi perolehan nutrisi melalui
kantong perangkap mangsa. Kantong semar merupakan tumbuhan insektivora yang
mampu mencerna serangga yang terjebak di dalam kantong pada ujung sulur daunnya
( Mansur 2000 ).
Kantong semar dikenal
sebagai tumbuhan yang unik dan merupakan bentuk tumbuhan berbunga yang tidak
umum di jumpai. Tumbuhan tersebut sebenarnya tidak memiliki bunga yang memikat,
tetapi variasi warna dan bentuk dari kantong-kantong yang dimilikinya,
menjadikan kantong semar memiliki keindahan yang khas, Kantong bernektar
tersebut secara ekologis berfungsi sebagai penangkap serangga, beberapa hewan
kecil lainya ( Hernawati, 2001 ). Tumbuhan kantong semar memiliki kantong yang
unik yang berfungsi sebagai sumber hara seperti nitrat dan fosfat. Aktivitas
enzim proteolase sangat dipengaruhi olej pH ( keasaman ) cairan kantong dan
setiap Nepenthes memiliki nilai pH
yang berbeda.
Nepenthes
spp.
tergolong ke dalam tumbuhan liana ( merambat ), berumah dua, serta bunga jantan
dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Tumbuhan ini hidup di tanah (
terestial ), ada juga yang menempel pada batang atau ranting pohon lain sebagai
epifit. Keunikan dari tumbuha ini adalah bentuk, ukuran dan corak warna
kantongnya. Sebenarnya kantong tersebut adalah ujung daun yang berunag bentuk
dan fungsinya menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainya.
2.3 Morfologi
| Kingdom: | Plantae |
| Divisi: | Magnoliophyta |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Ordo: | Caryophyllales |
| Famili: | Nepenthaceae |
| Genus: | Nepenthes |
Nepenthes
termasuk dalam famili Nepenthaceae yang monogenerik atau satu genus (Keng,
1969). Family tersebut merupakan satu dari tiga famili tumbuhan berbunga yang
dikenal sebagai tumbuhan pemangsa (Core. 1962). Morfologi kantong Nepenthes adalah kunci utama dalam
determinasi jenis-jenis tumbuhan tersebut.
Nama kantung semar (Nepenthes spp.) diberikan karena adanya
stuktur unik menyerupai kantung yang merupakan jebakan mematikan bagi serangga.
Selain berfungsi sebagai tanaman hias kantong
semar juga dapat digunakan serbagai obat tradisional.

No comments:
Post a Comment